Makanan Pembawa Keberuntungan dan Kuliner Khas Imlek

Selain nikmat, makanan-makanan khas Imlek atau Perayaan Tahun Baru Cina ternyata memang mempunyai makna yang baik untuk tahun baru. Yang mana makanan favoritmu?

Feb 12, 2019
Makanan Pembawa Keberuntungan dan Kuliner Khas Imlek

Sama dengan hari besar lainnya di Indonesia seperti Lebaran atau Natal, Hari Raya Imlek atau Perayaan Tahun Baru Cina juga punya banyak menu spesial yang hanya muncul setahun sekali. Setiap makanan yang disajikan punya cerita dan makna dibaliknya, yuk simak!

Ragam Makanan Khas Imlek dan Filosofinya

  • Kue mangkok, kue maho dan kue keranjang.

    Biasanya kue keranjang (Nian Gao) disusun di atas kue maho dan kue mangkok yang diberi warna merah diatasnya. Harapan yang terkandung adalah agar memiliki kehidupan yang manis dan kian menanjak seperti kue mangkok.
    Pengucapan kue keranjang alias nian gao dalam bahasa China menggunakan nada yang meninggi pada akhir suku kata. Ini melambangkan pendapatan yang lebih tinggi, posisi yang lebih tinggi, pertumbuhan anak-anak, dan umumnya menjanjikan tahun yang lebih baik. Menikmati kue keranjang selama periode tahun baru China juga dianggap sebagai keberuntungan.

  • Siu Mie

    Siu Mie adalah mie yang rasanya gurih, kenyal dengan beragam isi yang lezat. Khusus untuk perayaan Imlek, mie dibuat lebih panjang dibanding dengan mi yang biasa kita temui sehari-hari. Dalam setiap perayaan, Siu Mie selalu hadir sebagai wujud harapan untuk diberi umur yang panjang.
    Cara memakannya, mie tidak boleh dipotong melainkan disantap sampai ujung terakhir karena dipercaya akan memberikan umur yang panjang.

  • Ayam atau Bebek Utuh

    Ayam atau bebek yang utuh dianggap sebagai simbol udara. Sajian bebek adalah simbol dari kesetiaan dan ketaatan. Nah kalau, telur bebek atau ayam memiliki makna kesuburan.

  • Ikan Utuh

    Ikan sebagai simbol dari air. Ikan yang biasanya disajikan adalah ikan emas, ikan bandeng atau ikan salmon. Ada juga yang menyajikan ikan pai tu di, semacam ikan yang bulat dan yang dapat hidup di laut dan di sungai. 
    Mengkonsumsi ikan dengan kepala hingga ekor utuh merepresentasikan awal yang baik dan akhir yang baik untuk tahun yang telah berlalu. Alasan lainnya adalah unsur nama. Ikan dalam Bahasa Cina adalah "yu" yang jika dibaca sama dengan istilah "surplus" dalam Bahasa Cina.

  • Jeruk.

    Jeruk mandarin merupakan lambang dari kekayaan, sedangkan jeruk kecil melambangkan keberuntungan. Dua jenis jeruk ini adalah jenis buah yang sangat berlimpah di Cina.

  • Yu Sheng

    Yu Sheng, berasal dari kata ‘Yu’ yang berarti ikan dan ‘Sheng’ berarti mentah. Sehingga Yu Sheng dapat diartikan sebagai salad berwarna-warni yang disajikan bersama ikan mentah. Saladnya ini terdiri dari 17 macam racikan bahan-bahan. Diantaranya ada wortel, lobak, jahe merah, kulit pangsit, kulit jeruk, jamur enoki dan lainnya. Sedangkan makanan laut yang wajib ada adalah tuna, salmon serta ubur-ubur. Racikan salad yang muncul sekali dalam setahun ini dipercaya masyarakat Tionghoa sebagai pembawa keberuntungan.

  • Lobak

    Lobak atau juga disebut cai tou yang juga berarti "semoga beruntung". Saat perayaan Tahun Baru Cina, sajian lobak menjadi wujud harapan baru demi keberuntungan di tahun yang akan dijalani.

  • Tumis sayur kucai.

    Tumis sayur kucai juga katanya wajib ada saat Imlek, karena mengandung makna keabadian.

  • Kue Lapis Legit

    Kue Lapis Legit, melambangkan rezeki yang berlapis-lapis. Dengan bentuk berlapi yang mencapai 18 tingkat, Lapis Legit menjadi simbol kesejahteraan yang nggak akan pernah surut. Rasa manis dan legit kuenya pun menjadi simbol kehidupan yang bahagia bagi warga Tionghoa.

  • Spring Roll dan Egg Roll

    Spring roll (kue lumpia), egg roll (kue semprong), adalah simbol kekayaan karena bentuk dan warnanya yang keemasan. Biasanya sebelum makan mengucapkan "huang jin wan liang!", artinya "berdoa untuk semakin banyak emas".

Selain nikmat, makanan-makanan khas Imlek ternyata memang mempunyai makna yang baik untuk tahun baru. Yang mana makanan favoritmu?